"la...la...la... " dengung nyanyian anak-anak pengupas kerang dan pemotong ikan di TPI Ulujami, Comal, Pemalang. Ada pemandangan yang tak semestinya disana, anak-anak kecil yang semestinya mengenyam pendidikan yang layak dan bermain bersama teman-temannya, mereka harus bertahan di lingkungan yang berbau ikan menyengat. Mereka harus berinteraksi dengan puluhan nelayan yang pulang melaut dan para pedagang ikan yang siap menyrbu lelangan hasil para nelayan. Anak-anak yang rata-rata berusia 8-10 tahun ini dengan ceria melakukan pekerjaanya setiap hari tanpa kenal lelah. Mereka tidak peduli waktu bermainnya dihabiskan dengan bekerja mengupas kerang dan memotong ikan asal mereka bisa mendapatkan uang Rp1.000-Rp4.000 tiap melakukan pekerjaannya. uang yang diperolehnya digunakan untuk membantu belanja kebutuhan keluarganya. Layakkah mereka mesti melakukan semua itu? welcome!
Welcome to my blog.....
manusia bagaikan jendela-jendela dengan kaca berwarna,
berkilau dan bersinar saat matahari cerah,
tapi ketika kegelapan datang menyambangi,
keindahan sejati mereka hanya bisa tampak
kalau ada cahaya yang bersinar dari dalam
manusia bagaikan jendela-jendela dengan kaca berwarna,
berkilau dan bersinar saat matahari cerah,
tapi ketika kegelapan datang menyambangi,
keindahan sejati mereka hanya bisa tampak
kalau ada cahaya yang bersinar dari dalam
Rabu, 11 Juli 2012
Enyahkan Pendidikan Demi Sesuap Nasi
"la...la...la... " dengung nyanyian anak-anak pengupas kerang dan pemotong ikan di TPI Ulujami, Comal, Pemalang. Ada pemandangan yang tak semestinya disana, anak-anak kecil yang semestinya mengenyam pendidikan yang layak dan bermain bersama teman-temannya, mereka harus bertahan di lingkungan yang berbau ikan menyengat. Mereka harus berinteraksi dengan puluhan nelayan yang pulang melaut dan para pedagang ikan yang siap menyrbu lelangan hasil para nelayan. Anak-anak yang rata-rata berusia 8-10 tahun ini dengan ceria melakukan pekerjaanya setiap hari tanpa kenal lelah. Mereka tidak peduli waktu bermainnya dihabiskan dengan bekerja mengupas kerang dan memotong ikan asal mereka bisa mendapatkan uang Rp1.000-Rp4.000 tiap melakukan pekerjaannya. uang yang diperolehnya digunakan untuk membantu belanja kebutuhan keluarganya. Layakkah mereka mesti melakukan semua itu? Kamis, 05 Juli 2012
Desa Binaan "Binangun Watumalang"
Langganan:
Komentar (Atom)


